27 Februari 2008

TETANUS

Tetanus adalah penyakit infeksi yang ditandai oleh gejala-gejala neurologik yaitu adanya spasme dan kenaikan tonus otot yang disebabkan oleh tetano spasmin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani.

Penyebab penyakit ini adalah Clostridium tetani, merupakan kuman anaerob, berspora batang gram positif. Kuman tersebut mengeluarkan eksotoksin yang bersifat tetano spasmin yang menyebar ke aliran darah/limfe sepanjang serabut saraf motoris, medulla spinalis dan saraf simpatis. Eksotoksin tersebut menghambat asetilkolin ujung saraf sehingga menimbulkan kejang.

Gambaran penyakit ini berupa : trismus (kaku pada rahang~sulit membuka rahang bawah), rhesus sardonicus (muka seperti monyet meringis), kaku kuduk (leher kaku, tidak bisa untuk mengangguk), opistotonus (badan kaku seperti busur), kaku perut, kejang, dan kemungkinan adanya luka sebagai tempat masuknya kuman. Diagnosis cukup ditegakkan dari gambaran klinis tersebut di atas.

Ada beberapa jenis penyakit yang menyerupai gejala tetanus tersebut, misalnya keracunan fenotiazin, epilepsi, dll. Gejala trismus juga tampak pada abcess gigi, tonsilitis, mumps, dan lain-lain. Gejala opistotonus bisa timbul pada rabies, peritonitis, dan ulkus peptikum perforata.

Komplikasi yang dapat timbul berupa :

Gangguan saluran nafas : spasme otot pharing, laring, dan atelektasisi akibat pneumonia aspirasi

Gangguan kardiovaskuler : hipertensi, takikardi, aritmia, miokarditis

Infeksi sekunder : pneumonia, infeksi saluran kemih

Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, dehidrasi/renal insufisiensi.

Pengobatannya dengan merawat pasien diruang yang tenang, kemudian diberikan Anti Tetanus Serum (ATS) sesuai berat badannya secara intravena dan sisanya intramuscular. Kejang diatasi dengan pemberian anti kejang (misal diazepam) secara intravena. Juga diberikan antibiotika. Perawatan pasien ini mungkin melibatkan berbagai bidang kedokteran, misalnya penyakit dalam, bedah, gigi, dan THT.

Penyakit ini bila sembuh tidak meninggalkan cacat, namun pada tetanus berat angka kematian 80-90%.

Tidak ada komentar: