27 Februari 2008

PSORIASIS

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis (yang berlangsung lama) yang dipercaya berhubungan dengan sistem imunitas, meskipun penyebab pastinya masih tidak diketahui. Penyakit ini tidak menular. Gambaran yang timbul awalnya berupa bercak kemerahan pada kulit, kemudian berkembang menjadi plaque, yaitu peninggian kulit dengan ukuran bervariasi, yang berwarna kemerahan yang ditutupi oleh bentukan berwarna keperakan seperti tetesan lilin.

Normalnya sel kulit akan matur pada 28-30 hari dan kemudian terlepas dari permukaan kulit. Pada penderita psoriasis, sel kulit akan matur dan menuju permukaan kulit pada 3-4 hari, sehingga akan menonjol dan menimbulkan bentukan peninggian kumpulan plak berwarna kemerahan. Warna kemerahan tersebut berasal dari peningkatan suplai darah untuk nutrisi bagi sel kulit yang bersangkutan. Bentukan berwarna putih seperti tetesan lilin (atau sisik putih) merupakan campuran sel kulit yang mati. Bila dilakukan kerokan pada permukaan psoriasis, maka akan timbul gejala koebner phenomenon. Terdapat banyak tipe dari psoriasis, misalnya plaque, guttate, pustular, inverse, dan erythrodermic psoriasis. Umumnya psoriasis akan timbul pada kulit kepala, siku bagian luar, lutut, maupun daerah penekanan lainnya. Tetapi psoriasis dapat pula berkembang di daerah lain, termasuk pada kuku, telapak tangan, genitalia, wajah, dll.

Setiap orang dapat menderita psoriasis, meskipun hereditas memegang peranan penting. Timbul lebih sering pada wanita dibanding pada pria, umumnya pada umur 15-35 tahun, tetapi bisa pula pada semua umur. 10-15 % menderita psoriasis sebelum usia 10 tahun.
Faktor pemicu/ predisposisi terjadinya psoriasis antara lain: luka pada kulit (misalnya incisi pada pembedahan), stress emosional, dan beberapa jenis infeksi (seperti infeksi streptococcus pada tenggorokan). Hal-hal tersebut tidak menyebabkan psoriasis secara langsung, melainkan mungkin dapat memperberat psoriasis yang telah diderita.

Tujuan pengobatan psoriasis agar kulit menjadi bersih kembali. Beberapa jenis pengobatan dapat meminimalisasi bentukan plaque psoriasis, namun hal tersebut bukanlah pengobatan sesungguhnya. Pengobatan yang lebih baik adalah dengan meneliti bagaimana penyakit ini timbul serta menghindari faktor predisposisinya. Pengobatan umumnya dibagi menjadi dua, yaitu pengobatan topikal dan pengobatan sistemik. Pengobatan topikal ditujukan untuk psoriasis derajat ringat hingga sedang. Misalnya pemberian coal tar, moisturizer dan asam salisilat. Obat topikal yang lebih kuat adalah kortikosteroid, coal tar yang lebih kuat, analog vitamin D3 dan topikal retinoid. Pengobatan sistemik ditujukan untuk psoriasis yang sedang hingga berat. Misalnya dengan penyinaran dengan ultraviolet B, PUVA, injeksi/oral methotrexate, oral retinoid, dan cyclosporin.

Beberapa tips untuk penderita psoriasis :

Jaga kulit agar tetap berminyak. Minyak, cream, dan petroleum jelly adalah moisturizer yang baik. Gunakan pelembab bila udara terasa panas.

Penyinaran dengan sinar matahari akan menghilangkan psoriasis pada beberapa orang, namun kulit terlebih dulu diolesi dengan minyak dan dilakukan lubrikasi.

Mandi dengan air panas akan mengurangi sisik yang timbul. Penggunaan moisturizer segera setelah mandi akan berguna.
Meminimalisasi kontak dengan sabun dan bahan kimia. Gunakan sabun yang sangat lembut, sabun moisturizing, atau sabun yang bebas pembersih.

Lindungi kulit dari cidera, sebab cidera dapat memperparah plaque yang timbul.

Tidak ada komentar: